Dalam menekan angka pengangguran di Indonesia, pemerintah tengah mengupayakan berbagai hal. Salah satunya adalah menggelorakan fungsi balai latihan kerja (BLK) di Tanah Air. Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2017, sekitar 131 juta orang angkatan kerja nasional masih didominasi oleh lulusan pendidikan sekolah dasar atau sekolah menengah pertama. Padahal, dewasa ini persaingan dunia kerja kian ketat saja. Menyadari kondisi itu, pemerintah berupaya mengasah kompetensi tenaga kerja agar sesuai kebutuhan industri. Utamanya, melalui peran BLK yang digenjot Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui konsep Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK).
"Pembangunan inilah akan menjawab semua nya dan kerjasama antara Pemerintah pusat dan daerah Sehingga dapat kita wujudkan mendorong desa membangun Indonesia " lanjutnya.
Dengan konsep itu, balai-balai pelatihan kerja dapat berperan aktif. Hal tersebut diyakini dapat menjadi alternatif dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan global yang semakin ketat. Salah satu BLK yang memiliki nilai lebih terletak di Serang, Banten. Sejak 2001, tempat pelatihan tersebut memiliki program yang diadopsi secara utuh dari negara maju seperti Austria. Program yang berdurasi 2 tahun itu meliputi in house training dan on the job training untuk kejuruan Las Industri, Mesin Industri, Elektronika Industri, dan Mekatronika. Dengan mengikuti program tersebut, peserta dibekali pelatihan dengan kompetensi untuk mengantisipasi perubahan teknologi dan kualifikasi pekerjaan yang berubah cepat.
Dari itu Gampong Blangong Basah Kecamatan Mutiara Timur kabupaten Pidie Provinsi Aceh tidak mau ketinggalan dalam membangun / mangalokasikan dana gampong untuk membangun gedung / balai pelatihan untuk masyaratnya dengan harapan dapat menciptakan tenaga tramp[il yang kretif inovatof serta dapat menekan taraf Kemiskinan Gampong Blangong Basah Kecamatan Mutiara Timur kabupaten Pidie Provinsi Aceh. InsyaAllah




No comments:
Post a Comment