.

test

Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

Monday, 30 April 2018

Produksi Jeu'ei Gampong Blangong Basah





Salah satu kekurangan mengapa daerah pedesaan sulit untuk mengembangkan  usaha adalah karena rata-rata jumlah penduduk di pedesaan yang masih sedikit. Yang mana penduduk desa juga merupakan konsumen atau calon pemakai dan pembeli produk kita. Semakin banyak orang di sebuah desa, maka semakin besar usaha kita berpeluang mendapatkan banyak pembeli. Kondisi yang kekurangan orang itu, di tambah lagi dengan pemukiman rumah di pedesaan yang berjarak 

saling berjauhan sehingga semakin menyusahkan seseorang yang memulai usahanya untuk mendapatkan pembeli / pelanggan dengan mudah. Faktor lain yang juga mempengaruhi sulitnya membuka usaha di desa antara lain penghasilan masyarakat desa yang kebanyakan bisa dibilang masih rendah, sehingga mereka hidup dalam kesederhanaan. Bahkan kadang ada yang kekurangan. Orang kaya di desa biasanya dapat di hitung hanya beberapa orang saja. Keadaan seperti itu membuat masyarakat di pedesaan menjadi rendah daya belinya.
Pertimbangan-pertimbangan di atas membuat kita enggan untuk membuka usaha di desa. Lebih enak dan mudah pergi ke kota baik untuk bekerja ataupun membuka usaha di kota.

eadaan masyarakat di pedesaan yang kurang kondusif untuk memulai usaha, bukanya tidak ada potensi. Desa dan masyarakatnya serta lingkunganya juga tetap menyimpan banyak potensi yang bisa dikembangkan untuk membuka usaha di pedesaaan. Potensi yang ada didesa yang bisa kita lihat dan bisa kita 'jual' antara lain adalah :
- Sumber Daya Manusia
Orang-orang di desa punya banyak waktu luang ketika kegiatan di sawah dan ladang sudah selesai masa tanam. Sesekali waktu saja orang-orang desa datang ke sawah untuk sekedar menghibur mata melihat-lihat (survey) tanamanya. Selebihnya waktunya banyak yang senggana dan bisa dimanfaatkan untuk KEGIATAN PRODUKSI lainya. Misalnya adalah dengan memproduksi barang khas made in desa, yang banyak di gunakan orang-orang di desa ataupun di kota, antara lain:

- ANYAMAN KERAJINAN

Tampah, Alat Dapur Tradisional Indonesia. Keberadaan alat Tampah atau di daerah Sunda lebih dikenal dengan nama Nyiru, sudah cukup lama dan secara turun-temurun digunakan oleh masyarakat

Nyiru atau Tampah yaitu alat dapur tradisional yang terbuat dari anyaman bambu. Bentuknya bundar dengan diameter antara 36 hingga 70 cm. Pada bagian tepi diberi lapisan irisan bambu melingkar atau di daerah Sunda dikenal dengan nama Wengku / penguat, lebar dari wengku sekitar 3-5 cm, Mungkin nama Nyiru atau Tampah di masyarakat lain di Nusantara mempunyai istilah berbeda.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Your Ad Spot